رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ ، وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ
Maksudnya : “Wahai Tuhanku, aku berlindung kepadaMu dari hasutan
Syaitan-syaitan”"Dan aku berlindung kepadaMu, wahai Tuhanku, supaya
Syaitan-syaitan itu tidak menghampiriku”
(An-Naml : 19
DO'A AGAR TERLINDUNGI DARI GODAAN SYAITAN
DO'A BAGI ORANG LAMA
Ini adalah pelajaran yang mesti diketahui setiap orang tua. Doa
mereka sungguh ajaib jika itu ditujukan pada anak-anak mereka. Jika ortu
ingin anaknya menjadi sholeh dan baik, maka doakanlah mereka karena doa
ortu adalah doa yang mudah diijabahi. Namun ingat sebenarnya doa yang
dimaksudkan di sini mencakup doa baik dan buruk dari orang tua pada
anaknya. Jika ortu mendoakan jelek pada anaknya, maka itu pun akan
terkabulkan. Sehingga ortu mesti hati-hati dalam mendoakan anak.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang
tua, doa orang yang bepergian (safar) dan doa orang yang dizholimi.”
(HR. Abu Daud no. 1536. Syaikh Al Albani katakan bahwa hadits ini
hasan).
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ لاَ تُرَدُّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ
“Tidak doa yang tidak tertolak yaitu doa orang tua, doa orang yang
berpuasa dan doa seorang musafir.” (HR. Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubro.
Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih sebagaimana dalam As
Silsilah Ash Shahihah no. 1797). Dalam dua hadits ini disebutkan umum,
artinya mencakup doa orang tua yang berisi kebaikan atau kejelekan pada
anaknya.
Juga dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ يُسْتَجَابُ لَهُنَّ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ
الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ
“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang
yang dizholimi, doa orang yang bepergian (safar) dan doa baik orang tua
pada anaknya.” (HR. Ibnu Majah no. 3862. Syaikh Al Albani mengatakan
bahwa hadits ini hasan). Riwayat ini menyebutkan bahwa doa baik orang
tua pada anaknya termasuk doa yang mustajab.
Muhammad bin Isma’il Al Bukhari membawakan dalam kitab Al Adabul
Mufrod beberapa riwayat mengenai doa orang tua. Di antara riwayat
tersbeut, Abu Hurairah berkata, ”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam
bersabda,
ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَهُنَّ لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ دَعْوَةُ
الْمَظْلُوْمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدَيْنِ عَلىَ
وَلَدِهِمَا
“Ada tiga jenis doa yang mustajab (terkabul), tidak diragukan lagi,
yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang bepergian dan doa
kejelekan kedua orang tua kepada anaknya.” (Diriwayatkan oleh Al Bukhari
dalam Al Adabul Mufrod no. 32. Dikatakan hasan oleh Syaikh Al Albani
dalam Shahih Al Adabul Mufrod no. 24). Hadits ini menunjukkan bahwa doa
jelek orang tua pada anaknya termasuk doa yang mustajab. Hal itu
dibuktikan dalam kisah Juraij berikut ini. Kisah ini menunjukkan bahwa
doa jelek ibunya pada Juraij terkabul. Kisah ini dibawakan pula oleh Al
Bukhari dalam Al Adabul Mufrod.
Abu Hurairah berkata, ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا تَكَلَّمَ مَوْلُوْدٌ مِنَ النَّاسِ فِي مَهْدٍ إِلاَّ عِيْسَى بْنُ
مَرْيَمَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ [وَسَلَّمَ] وَصَاحِبُ جُرِيْجٍ” قِيْلَ:
يَا نَبِيَّ اللهِ! وَمَا صَاحِبُ جُرَيْجٍ؟ قَالَ: “فَإِنَّ جُرَيْجًا
كَانَ رَجُلاً رَاهِباً فِي صَوْمَعَةٍ لَهُ، وَكَانَ رَاعِيُ بَقَرٍ
يَأْوِي إِلَى أَسْفَلِ صَوْمَعَتِهِ، وَكَانَتْ اِمْرَأَةٌ مِنْ أَهْلِ
الْقَرْيَةِ تَخْتَلِفُ إِلَى الرَّاعِي، فَأَتَتْ أُمُّهُ يَوْمًٍا
فَقَالَتْ: يَا جُرَيْجُ! وَهُوَ يُصّلِّى، فَقَالَ فِي نَفْسِهِ – وَهُوَ
يُصَلِّي – أُمِّي وَصَلاَتِي؟ فَرَأَى أَنْ يُؤْثِرَ صَلاَتَهُ، ثُمَّ
صَرَخَتْ بِهِ الثَّانِيَةَ، فَقَالَ فِي نَفْسِهِ: أُمِّي وَصَلاَتِي؟
فَرَأَى أَنْ يُؤْثِرَ صَلاَتَهُ. ثُمَّ صَرَخَتْ بِهِ الثَالِثَةَ
فَقَالَ: أُمِّي وَصَلاَتِي؟ فَرَأَى أَنْ يُؤْثِرَ صَلاَتَهُ. فَلَمَّا
لَمْ يُجِبْهَا قَالَتْ: لاَ أَمَاتَكَ اللهُ يَا جُرَيْجُ! حَتىَّ
تَنْظُرَ فِي وَجْهِ المُوْمِسَاتِ. ثُمَّ انْصَرَفَتْ فَأُتِيَ الْمَلِكُ
بِتِلْكَ الْمَرْأَةِ وَلَدَتْ[1]. فَقَالَ: مِمَّنْ؟ قَالَتْ: مِنْ
جُرَيْجٍ. قَالَ: أَصَاحِبُ الصَّوْمَعَةِ؟ قَالَتْ: نَعَمْ. قَالَ:
اِهْدَمُوا صَوْمَعَتَهُ وَأْتُوْنِي بِهِ، فَضَرَبُوْا صَوْمَعَتَهُ
بِالْفُئُوْسِ، حَتىَّ وَقَعَتْ. فَجَعَلُوْا يَدَهُ إِلَى عُنُقِهِ
بِحَبْلٍ؛ ثُمَّ انْطَلَقَ بِهِ، فَمَرَّ بِهِ عَلَى الْمُوْمِسَاتِ،
فَرَآهُنَّ فَتَبَسَّمَ، وَهُنَّ يَنْظُرْنَ إِلَيْهِ فِي النَّاسِ.
فَقَالَ الْمَلِكُ: مَا تَزْعُمُ هَذِهِ؟ قَالَ: مَا تَزْعُمُ؟ قَالَ:
تَزْعُمُ أَنَّ وَلَدَهَا مِنْكَ. قَالَ: أَنْتِ تَزْعَمِيْنَ؟ قَالَتْ:
نَعَمْ. قَالَ: أَيْنَ هَذَا الصَّغِيْرُ؟ قَالُوْا: هَذَا فِي حُجْرِهَا،
فَأَقْبَلَ عَلَيْهِ. فَقَالَ: مَنْ أَبُوْكَ؟ قَالَ: رَاعِي الْبَقَرِ.
قَالَ الْمَلِكُ: أَنَجْعَلُ صَوْمَعَتَكَ مِنْ ذَهَبٍ؟ قَالَ: لاَ. قَالَ:
مِنْ فِضَّةٍ؟ قَالَ: لاَ. قَالَ: فَمَا نَجْعَلُهَا؟ قَالَ: رَدُّوْهَا
كَمَا كَانَتْ. قَالَ: فَمَا الَّذِي تَبَسَّمْتَ؟ قَالَ: أَمْراً
عَرَفْتُهُ، أَدْرَكَتْنِى دَعْوَةُ أُمِّي، ثُمَّ أَخْبَرَهُمْ
“Tidak ada bayi yang dapat berbicara dalam buaian kecuali Isa bin
Maryam dan Juraij” Lalu ada yang bertanya, ”Wahai Rasulullah siapakah
Juraij?”. Beliau lalu bersabda, ”Juraij adalah seorang rahib yang
berdiam diri pada rumah peribadatannya (yang terletak di dataran
tinggi/gunung). Terdapat seorang penggembala yang menggembalakan sapinya
di lereng gunung tempat peribadatannya dan seorang wanita dari suatu
desa menemui penggembala itu (untuk berbuat mesum dengannya).
(Suatu ketika) datanglah ibu Juraij dan memanggilnya ketika ia sedang
melaksanakan shalat, ”Wahai Juraij.” Juraij lalu bertanya dalam
hatinya, ”Apakah aku harus memenuhi panggilan ibuku atau meneruskan
shalatku?” Rupanya dia mengutamakan shalatnya. Ibunya lalu memanggil
untuk yang kedua kalinya. Juraij kembali bertanya di dalam hati, ”Ibuku
atau shalatku?” Rupanya dia mengutamakan shalatnya. Ibunya memanggil
untuk kali ketiga. Juraij bertanya lagi dalam hatinya, ”lbuku atau
shalatku?” Rupanya dia tetap mengutamakan shalatnya. Ketika sudah tidak
menjawab panggilan, ibunya berkata, “Semoga Allah tidak mewafatkanmu,
wahai Juraij sampai wajahmu dipertontonkan di depan para pelacur?”[2]
Lalu ibunya pun pergi meninggalkannya.[3]
Wanita yang menemui penggembala tadi dibawa menghadap raja dalam
keadaan telah melahirkan seorang anak[4]. Raja itu bertanya kepada
wanita tersebut, ”Hasil dari (hubungan dengan) siapa (anak ini)?” “Dari
Juraij?”, jawab wanita itu. Raja lalu bertanya lagi, “Apakah dia yang
tinggal di tempat peribadatan itu?” “Benar”, jawab wanita itu. Raja
berkata, ”Hancurkan rumah peribadatannya dan bawa dia kemari.”
Orang-orang lalu menghancurkan tempat peribadatannya dengan kapak sampai
rata dan mengikatkan tangannya di lehernya dengan tali lalu membawanya
menghadap raja. Di tengah perjalanan Juraij dilewatkan di hadapan para
pelacur.[5] Ketika melihatnya Juraij tersenyum dan para pelacur tersebut
melihat Juraij yang berada di antara manusia.
Raja lalu bertanya padanya, “Siapa ini menurutmu?”. Juraij balik
bertanya, “Siapa yang engkau maksud?” Raja berkata, “Dia (wanita tadi)
berkata bahwa anaknya adalah hasil hubungan denganmu.” Juraij bertanya,
“Apakah engkau telah berkata begitu?” “Benar”, jawab wanita itu. Juraij
lalu bertanya, ”Di mana bayi itu?” Orang-orang lalu menjawab, “(Itu) di
pangkuan (ibu)nya.” Juraij lalu menemuinya dan bertanya pada bayi itu,
”Siapa ayahmu?” Bayi itu menjawab, “Ayahku si penggembala sapi.”
Kontan sang raja berkata, “Apakah perlu kami bangun kembali rumah
ibadahmu dengan bahan dari emas.” Juraij menjawab, “Tidak perlu”.
“Ataukah dari perak?” lanjut sang raja. “Jangan”, jawab Juraij. “Lalu
dari apa kami akan bangun rumah ibadahmu?”, tanya sang raja. Juraij
menjawab, “Bangunlah seperti semula.” Raja lalu bertanya, “Mengapa
engkau tersenyum?” Juraij menjawab, “(Saya tertawa) karena suatu perkara
yang telah aku ketahui, yaitu terkabulnya do’a ibuku terhadap diriku.”
Kemudian Juraij pun memberitahukan hal itu kepada mereka.” (Diriwayatkan
oleh Al Bukhari dalam Al Adabul Mufrod no. 33. Dikatakan shahih oleh
Syaikh Al Albani dalam Shahih Al Adabul Mufrod no. 25). Lihat [Bukhari:
60-Kitab Al Anbiyaa, 48-Bab ”Wadzkur fil kitabi Maryam”. Muslim:
45-Kitab Al Birr wash Shilah wal Adab, hal. 7-8]
Maka sungguh amat bahaya jika keluar dari lisan orang tua doa jelek
pada anaknya sendiri karena doa seperti itu bisa terkabul sebagaimana
dapat kita lihat dalam kisah Juraij di atas. Yang terbaik, hendaklah
orang tua mendoakan anaknya dalam kebaikan dan moga anaknya menjadi
sholeh serta berada di jalan yang lurus. Ketika marah karena kenakalan
anaknya, hendaklah amarah tersebut ditahan. Ingatlah sekali lagi bahwa
di saat marah lalu keluar doa jelek dari lisan ortu, maka bisa jadi doa
jelek itu terwujud.
Hendaklah orang tua mencontoh para nabi dan orang sholeh yang selalu
mendoakan kebaikan pada anak keturunannya. Lihatlah contoh Nabi Ibrahim
‘alaihis salaam di mana beliau berdoa,
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاء
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap
mendirikan shalat. Ya Tuhan Kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim:
40)
رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ الأَصْنَامَ
“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan
jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.”
(QS. Ibrahim: 35)
Lihatlah sifat ‘ibadurrahman (hamba Allah) yang berdoa,
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا
وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada
kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati
(kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS.
Al Furqan: 74)
Moga Allah memperkenankan doa kita sebagai orang tua yang berisi
kebaikan kepada anak-anak kita. Moga anak-anak kita berada dalam
kebaikan dan terus berada dalam bimbingan Allah di jalan yang lurus.
Jika kita sebagai anak, janganlah sampai durhaka pada orang tua.
Banyak-banyaklah berbuat baik pada mereka, sehingga kita pun akan
didoakan oleh bapak dan ibu kita.
Semoga sajian singkat di malam ini bermanfaat bagi pembaca setia rumaysho.com sekalian.
Wallahu waliyyut taufiq.
DO'A UNTUK ORANG YANG SEDANG NAZAK
Mendoakan orang yang sedang nazak adalah men’talkin’kannya.
Dituntut untuk Talkinkan orang yang sedang nazak dengan kalimah
tauhid لا إله إلا الله ke telinganya. Perkara ini berdasarkan hadith
Nabi saw :
لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لَا إلَهَ إلَّا الله
Maksudnya: “Talkinkanlah orang-orang yang hampir mati dari kalangan kamu dengan Lailahaillallah.”[19]
Kalimat Talkin (التلقين) adalah membawa maksud al-Ta’lim (التعليم)
iaitu mengajarkan dan al-Tafhim (التفهيم) iaitu memberi faham. Yang
dimaksudkan dengan menalkinkan mayat ialah mengingatkannya dengan
kalimah Tauhid (لا إله إلا الله). Yang di maksudkan dengan mayat di sini
ialah orang yang sakit berdepan dengan kematian (nazak). Menalkinkan
orang yang hampir mati dengan kalimah tauhid, bertujuan membantunya
supaya mengakhirkan hidupnya dengan kalimah tersebut.
Mu’az bin Jabal (مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ) R.A. berkata: “Aku mendengar Nabi saw bersabda:
مَنْ كَانَ آخِرُ كَلامِهِ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ
Maksudnya: “Sesiapa yag akhir kalamnya dengan Lailahaillallah, wajib untuknya syurga.”[20]
Maka sesiapa yang menziarahi orang yang sedang nazak hendaklah
mengambil berat persoalan ini. mereka dituntut untuk mengingatkan orang
yang dalam nazak mengucapkan kalimah tauhid.
Namun perlu diberi perhatian, jika dia telah mengucapkannya, atau
telah diajarkan kepadanya, maka tidak perlu diulangi lagi, kerana
perbuatan ini boleh menganggu orang yang sedang nazak. Al-Imam al-Nawawi
berkata :
وَكَرِهُوا الإِكْثَارَ عَلَيْهِ وَالْمُوَالاةَ لِئَلا يَضْجُر بِضِيقِ
حَالِهِ وَشِدَّةِ كُرْبِهِ ، فَيَكْرَهُ ذَلِكَ بِقَلْبِهِ ,
وَيَتَكَلَّمُ بِمَا لا يَلِيق . قَالُوا: وَإِذَا قَالَهُ مَرَّةً لا
يُكَرِّرُ عَلَيْهِ إِلا أَنْ يَتَكَلَّمَ بَعْدَهُ بِكَلامٍ آخَر ,
فَيُعَادُ التَّعْرِيْضُ بِهِ لِيَكُونَ آخِرُ كَلَامِهِ
Maksudnya: “dan para ulama menganggap makruh memperbanyakkan dan
berterusan (mengajarkan talkin kepada orang yang sedang nazak), agar ia
tidak merasa gelisah ditambah dengan keadaannya yang amat sukar,
sehingga timbul perasaan tidak suka di dalam hatinya, yang boleh
menyebabkan dia mengucapkan sesuatu yang tidak wajar. Oleh itu para
ulama berkata: Jika dia (orang yang sedang nazak) telah menyebut
(kalimah tauhid) sekali, tidak perlu mengulanginya lagi, melainkan jika
dia bercakap sesuatu yang lain. Maka diulangi talkin kepadanya, untuk
menjadikan akhir kalamnya dengan kalimah tauhid).”
DO'A KETIKA DTIMPA MUSIBAH
Musibah yang dialami oleh seorang mukmin, baik yang besar atau kecil,
merupakan kifarat (balasan) Allah SWT atas dosa-dosa yang pernah
dilakukannya. Musibah tersebut adalah sebagai penghapus dosa-dosa selama
ia tidak melakukan perbuatan syirik dan dosa besar lainnya sehingga ia
akan menghadap Allah SWT dalam keadaan bersih dari dosa yang pada
akhirnya akan dimasukkan syurga oleh Allah SWT. Apabila ia tidak
melakukan kezaliman berupa kesyirikan, kezaliman terhadap sesamanya,
atau kezaliman terhadap dirinya, maka ia akan mendapatkan rasa aman pada
hari kiamat dan petunjuk di dunia dan akhirat. (Fathul Majid, tanpa
tahqiq hal. 38).
Lalu bagaimana agar musibah yang menimpa seorang mukmin dapat menjadi
penghapus dosa bahkan menjadi pahala dan menggantikan musibah itu
dengan sesuatu yang lebih baik? Pertanyaan ini telah dijawab oleh Allah
SWT dalam al-Quran:
BACALAH do'a ini
“Orang-orang yang apabila tertimpa musibah mereka mengatakan:”inna lillahi wa inna ilaihi raji’un (Sesungguhnya kami ini milik Allah dan kami akan kembali kepada-Nya). Mereka itu mendapatkan salawat (pujian) dan rahmah. Merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS Al-Baqarah 156-157)
DO'A AGAR TIDAK RIYA
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Maukah kamu ku
beritahu tentang sesuatau yang menurut ku lebih aku khawatirkan terhadap
kalian daripada (fitnah) Al masih Ad Dajjal? Para sahabat berkata,
“Tentu saja”. Beliau bersabda, “Syirik khafi (yang tersembunyi), yaitu
ketika sesorang berdiri mengerjakan shalat, dia perbagus shalatnya
karena mengetahui ada orang lain yang memperhatikannya “ H.R Ahmad dalam
musnadnya. Dihasankan oleh Syaikh Albani Shahiihul Jami’ (2604)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa riya’
termasuk syirik khafi yang samar dan tersembunyi. Hal ini karena riya’
terkait dengan niat dan termasuk amalan hati, yang hanya diketahui oleh
Allah Ta’ala. Tidak ada seseorang pun yang mengetahui niat dan maksud
seseorang kecuali Allah semata. Hadist di atas menunjukkan tentang
bahaya riya’, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam khawatir riya’
menimpa para sahabat yang merupakan umat terbaik, apalagi terhadap
selain mereka. Kekhawatiran beliau lebih besar daripada kekhawatiran
terhadap ancaman fitnah Dajjal karena hanya sedikit yang dapat selamat
dari bahaya riya’ ini. Fitnah Dajjal yang begitu berbahaya, hanya
menimpa pada orang yag hidup pada zaman tertentu, sedangkan bahaya riya’
menimpa seluruh manusia di setiap zaman dan setiap saat
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan kepada
kita sebuah doa untuk melindungi diri kita dari syirik besar maupun
syirik kecil.
Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan kita melalui
sabdanya, ‘Wahai sekalian manusia, jauhilah dosa syirik, karena syirik
itu lebih samar daripada rayapan seekor semut.’ Lalu ada orang yang
bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana kami dapat menjauhi dosa syirik,
sementara ia lebih samar daripada rayapan seekor semut?’
Rasulullah berkata, ‘Ucapkanlah Allahumma inni a’udzubika an
usyrika bika wa ana a’lam wa astaghfiruka lima laa a’lam (‘Ya Allah, aku
berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik yang aku sadari. Dan aku
memohon ampun kepada-Mu atas dosa-dosa yang tidak aku ketahui).” HR. Ahmad (4/403). Dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Shahiihul Jami’ (3731) dan Shahih at Targhiib wa at Tarhiib (36).
DOA BERMAIN MATA
Jika sesiapa yang mengidap sakit mata sama ada lama atau baru, dan diatas apa sifatnya sekalipun, hendaklah ia membaca Fatihah dengan niat meminta:
i) Sembuh penyakit matanya
ii) Pulih pandangannya.
iii) Menurut peraturan yang telah disebutkan diatas iaitu:
41 kali membaca Fatihah selama 40 hari diantara sembahyang sunat subuh dan fardhunya. Insyaallah akan sembuh penyakit mata itu.
KHASIAT MEMBACA BASMALLAH
“Tiada seorang bambapun mengucapkan ‘BISMILLAHHIRRAHMANNIRRAHIM” kecuali Allah s.w.t. perintahkan para malaikat yang bertugas mencatat amal manusia untuk mencatat dalam buku induknya empat ratus (400) kebaikan.”
KHASIAT BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Basmallah sebuah kalimat yang tidak asing bagi seorang muslim. Basmallah diucapkan ketika akan memulai setiap perkara yang bermanfaat. Rasulullah bersabda, “Setiap perkara yang tidak dimulai dengan bismillah (dalam riwayat lain: dengan mengingat Allah), maka amalan tersebut terputus (kurang) keberkahan-Nya.”
Syekh Muhd.Abdul berkata didalam tafsirnya : “Al-Qur’an itu Imam dan ikutan kita,karena itu Al-Qur’an dimulai dengan kalimat ini,yaitu dengan Bismillah.Itu satu petunjuk bagi kita agar sekalian perbuatan kita dimulai dengan membaca Bismillah.”
Dzikir kalimat basmalah ini mengandung keutamaan, diantaranya sebagai berikut:
Dilindungi Allah dari gangguan Jin dan Setan
Dan sabda Rasulullah: “Penghalang antara mata jin dan aurat Bani Adam, apabila salah seorang dari mereka melepas pakaiannya, ialah dengan membaca Bismillah.”
“Apabila seorang masuk ke rumahnya dan mengingat Allah (berdzikir) ketika masuknya dan ketika makan, maka setan berkata: “Tidak ada tempat istirahat dan makan malam untuk kalian.” Dan apabila ia masuk dan tidak mengingat Allah ketika masuk, maka setan berkata: “Kalian telah mendapatkan tempat istirahat.” Dan apabila ia tidak mengingat Allah ketika makan, maka ia berkata:”Kalian mendapatkan tempat istirahat dan makan malam”
Dilindungi Allah dari gangguan orang yang bermaksud jahat
Ketika Khalid bin Walid tertimpa kebimbangan, mereka berkata kepadanya, “Berhati-hatilah dengan racun, jangan sampai orang asing memberikan minum padamu,” maka ia berkata, “berikanlah kepadaku,” dan ia pun mengambil dengan tangannya dan membaca: “Bismillah,” lalu ia meminumnya. Maka sedikitpun tidak memberikan bahaya kepadanya.
Hadist tersebut diatas memperjelas betapa pentingnya mengucapkan basmallah ketika akan memulai suatu pekerjaan sehari-hari yang bersifat positif. Selain khasiat diatas, Basmallah dapat memberikan berbagai manfaat lain bagi kita (keilmuan saya ambil dari berbagai kitab, dan saya sertakan juga sebagian pengamalan nyata setelah mengamalkannya)
Fadilatnya:
1. Di cintai oleh semua manusia
2. Dihormati serta di muliakan oleh semua mahluk
3. Menarik Rezeki baik Lahir maupun Ghaib
4. Penjagaan & Keselamatan
5. Dapat menundukkan semua golongan Jin
6. Tidak tergelincir ketika berjalan di atas Air
7. Menyembunyikan diri dari penglihatan orang ( Halimun )
8. Pelaris
9. Mengirimkan suara jarak jauh
10. Dapat menawarkan Racun
11. Kebal terhadap segala macam senjata tajam
12. Dapat mengubati penyakit lahir maupun Batin
13. Anti sihir, ilmu hitam, tenung dan sejenisnya
14. Dapat menawarkan Bisa binatang
15. Bantuan khusus dari Allah
Berbagai Khasiat Basmalah:
1.Menumbuhkan Wibawa yang Besar.
Bila kalimat bismillah (huruf arab) ditulis pada kertas sebanyak 600 kali dengan tatacara yang benar. Kemudian dilipat dan dibawa kemana pun anda pergi, InsyaAllah tidak ada orang yang akan mencelakai anda, pancaran aura anda akan terlihat berkali lipat lebih berwibawa dihadapan kawan maupun lawan.
2. Menghindarkan dari sesuatu yang tidak diinginkan.
Bila kalimat bismillah (huruf arab) ditulis pada kertas atau kain sebanyak 113 kali pada permulaan bulan Muharam disertai dengan tatacara yang benar kemudian dibawa kemana saja anda pergi. InsyaAllah anda akan terhindar dari sesuatu yang anda benci.
3. Mendatangkan Bermacam Hajat.
Bacalah bacaan basmallah sebanyak 12000 kali dan setiap selesai 1000 kali baca shalawat:”Allahumma sali wa sallim ala sayyidina Muhammad.” Lalu berdoalah pada Allah apa yang diminta, InsyaAllah segera terkabul. Selama isi doa itu baik (positif).
4. Melariskan Dagangan.
Karomah / khasiat basmallah dapat juga untuk tujuan melariskan dagangan, selama barang dagang tersebut HALAL, dengan cara membaca kalimat basmallah sebanyak 786 kali, setiap hari selama 7 hari berturut-turut. InsyaAllah dagangan anda dalam waktu cepat atau lambat akan semakin laris.
5. Mencerdaskan akal.
Bacakan kalimat basmallah pada segelas air yang biasa kita minum (banyaknya air sesuai kebutuhan) sebanyak 786InsyaAllah akan mudah menghafal sesuatu dan otaknya bertambah cerdas. Lakukan ikhtiar ini selama 7 hari berturut-turut. Bisa untuk diri pribadi, anak, atau orang lain. kali pada saat matahari sedang terbit atau menjelang terbit. Kemudian minumkan pada orang yang dikehendaki
6. Aman dari gangguan setan.
Bacalah kalimat basmallah sebanyak 21 kali ketika akan menjelang tidur. Usahakan jangan mengatakan sesuatu setelah membaca basmallah sampai akhirnya tertidur. InsyaAllah tidur anda akan tenang dan aman dari gangguan setan / mimpi buruk.
7. Memperlancar Persalinan.
Caranya kalimat basmallah ditulis di dalam gelas, lalu dituang dengan air zam-zam atau air tawar kemudian diminumkan kepada orang yang susah melahirkan. InsyaAllah akan mempermudah melahirkan.
8. Dan diantara khasiat ‘BISMILLAHHIRRAHMANNIRRAHIM” dan ‘LA HAU LAWALA QHU WATAILLA BILLAHI ALIYIL AZIM” maka ia dihindarkan daripada tujuh puluh musibah diluar keperihatinan, kesusahan, penyakit akal dan membebel.
9. Barangsiapa membaca ‘BISMILLAHHIRRAHMANNIRRAHIM” 21 kali ketika hendak tidur maka ia aman dari syaitan laknatullah, kecurian, maut mendadak dan bala.
10. Barangsiapa membaca ‘BISMILLAHHIRRAHMANNIRRAHIM” ketika hendak bersetubuh (jimak) maka anaknya kelak cerdas dan terbuka hatinya serta menjadi anak yang soleh dan baginya kebajikan sejumlah tarikan nafas anaknya itu.
11. Barangsiapa membaca ‘BISMILLAHHIRRAHMANNIRRAHIM’ 41 kali pada telinga orang yang pengsan maka ia akan segera siuman (sedar).
12. Barangsiapa membaca ‘BISMILLAHHIRRAHMANNIRRAHIM” 313 kali dan selawat atas Nabi Muhammad s.a.w. 100 kali pada hari Ahad disaat matahari terbit dengan menghadap kearah Kiblat maka Allah s.w.t. memberi rezeki tanpa diduga bersamaan fadhal dan kemurahan Allah s.w.t.
13. Barangsiapa membaca ‘BISMILLAHHIRRAHMANNIRRAHIM” 786 kali lalu ditiupkan pada air lalu diminumkan kepada orang yang bebal selama tujuh (7) hari disaat matahari terbit maka lenyaplah kebeballannya dan ia akan hafal apa yang didengarnya.
14. Barangsiapa membaca ‘BISMILLAHHIRRAHMANNIRRAHIM” 50 kali dihadapan orang yang zalim atau penguasa yang bengis maka ia akan tunduk atau ketakutan.
15. Terpelihara Dari Rasukan Jin Dan Syaitan – Tulis sebanyak 35 kali lalu pasangkan pada pintu. InsyaAllah, jin dan syaitan tidak akan berani masuk.
16. Barangsiapa menulis ‘BISMILLAHHIRRAHMANNIRRAHIM” 101 kali
diatas kertas lalu diletak disawah padinya maka sawahnya akan subur dan terpelihara dari bencana dan kalau dituliskan pada kain kafan 70 kali maka mayatnya yang berselimutkan kain kafan itu akan aman dari bahaya Munkar dan Nakir juga ia terlindung dari siksa kubur.
17. Barangsiapa menulis ‘ARRAHMANIRRAHIM’ sebanyak 50 kali khalimat tersebut didalam bahasa Arab lalu dibawa dan pergi kehadapan orang yang zalim maka ia akan aman dari keburukannya, dan saat menghadap itu bacalah ‘BISMILLAHHIRRAHMANNIRRAHIM’ sebanyak 50 kali.
18. Ikhtiar mohon anaknya hidup dan sihat: tulislah ‘BISMILLAHHIRRAHMANNIRRAHIM’ dengan huruf Arab lalu dipakaikan kepada perut perempuan yang sedang hamil itu.
19. Mohon maju perniagaannya: bacalah ‘BISMILLAHHIRRAHMANNIRRAHIM’ sebanyak 786 kali dihadapan dagangannya lalu dihembuskan. Demikianlah dilakukan selama 7 hari. (Is’adurrafiq)
20. Ikhtiar mendapat ikan dengan cepat: Tulislah ‘BISMILLAHHIRRAHMANNIRRAHIM’ diatas timah lalu diletakkan pada jaring atau kail. Insyaallah berduyunm-duyun datang ikan dari segala penjuru.
Tatacara ijazah dan amalan Bismalah Untuk Perawat
Pengijazahan yakni dibacakan al-fatihah dan dihadiahkan kepada rasullullah, keluarga dan sahabat baginda serta para wali allah, guru-guru agama di dunia sama ada yg masih hidup dan yg telah meningga dunia dan seluruh sekolah pondok di Malaysia, Patani dan Indonesia mohon agar mendapat perlindungan Allah. Hanya niat pada pertama kali mula membaca dan beramal. Ilmu ini baik dan bermanfaat. Setelah itu lengkaplah ijazahnya kerana Allah Ta’ala. Maka telah tamat ijazahnya
1. Berpuasa 7 Hari yang di mulai hari Jumaat ( Puasa Biasa )
2. Membaca Bismillah 786 x setiap selesai solat fardu
3. Membaca Basmillah 3x setiap selesai membaca Basmalah yg 786 x
4. Setiap selesai Solat isya membaca Bismillah 12000x, tiap-tiap mendapat 1000 x melaksanakan solat sunat hajat 2 Raka’at.
5. Selalu dalam keadaan Wudhu
6. Memperbanyak Selawat
7. Selesai puasa 7 hari pada hari jumaatnya pergi ke Masjid sebelum masuk diwajibkan untuk bersedekah seadanya kepada 7 Faqir Miskin, selesai solat Jumaat bacalah basmalah 3 x
8. Setelah selesai Basmalah didawamkan rutin ba’da subuh dan Maghrib (solat sunat)
9. Kalau mempunyai hajat apa saja, anda tinggal membaca Bismillah 786 x kemudian dengan izin Allah hajat anda di kabulkan oleh Allah seketika.
10. Untuk perubatan dan Pelaris di baca kan ke Air lalu di minumkan.
11. Untuk melihat makhluk ghaib di bacakan ke kasturi asli/kasturi putih/kasturi hitam sebanyak 12000x dan dizikirkan surah Surat Al-Mulk ayat 14, Surat Al- An’am Ayat 103 dan Surah Qaf ayat 22 sebanyak 71x dan ditiupkan di kasturi tersebut, kemudian disapukan di antara 2 alis dan teruskan wirid bismillahirrahmanirrahim hingga nampak mkahluk ghaib.
12. Untuk mengusir sihir dan sejenisnya di bacakan pada air, kemudian diusapkan ke seluruh anggota badan pesakit
ISMUL A’ZOM
Imam Abi Hamid Al-Ghazali menerangkan dalam kitabnya Al-Maqshadul asna syarhi asmaa illahi Husna:
“Sebuah warid menerangkan, Rasulullah saw berkata: “Ismul a’zam terdapat dalam dua buah ayat. Pertama “Wa ilaa hukum” sampai akhir (Ar-Rahim) dan kedua, ayat permulaan surah Ali Imran, yaitu “ Alif laam miin sampai akhir” (alQayyuum).
Menurut imam Al-Ghazali, Ismul A’dhom adalah ayat berikut:
Wa ilaahukum ilaahun waahid, laa ilaaha illa huwar rahmaanur rahim.
Alif laam miim. Alaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum.
Allaahumma innii as aluka bi annii asyaduannaka antallaahu laa ilaaha illaa antal ahadush shamadu lam yalid walam yuulad walam yakun lahuu kufuwan ahad.
Ertinya:
Dan Tuhan kamu adalah Tuhan yang satu. Tidak ada Tuhan yang patut disembah hanya Dia (Allah) yang maha Pengasih dan Penyayang.
Alif Laam Miim (Hanya Allah yang mengetahui maksudnya) Allah, Dialah Tuhan yang mutlak disembah, tidak ada Tuhan selainNya, hanya Dia yang maha Hidup dan Berdiri Sendiri.
Aku meminta kepadaMu ya Allah, bahwa aku menyaksikan tidak ada Tuhan yang patut disembah hanya Engkau yang maha Esa, Engkau tempatku meminta, Engkau tidak dilahirkan dan tidak melahirkan, dan tidak ada siapa juga yang menyekutui Engkau.
KHASIAT ISMUL A’ZOM
Selain itu Imam Al-Ghazali menerangkan ada sebuah hadis yang menerangkan bahwa pada suatu peristiwa Rasulullah saw mendengar seseorang yang mengucapkan do’a seperti tersebut diatas. Lalu Rasulullah saw berkata: “Demi diriku yang dijadikan Tuhan, sesungguhnya dia berdo’a dengan ismul a’zam. Apabila meminta dengannya nizcaya diberi Tuhan dan apabila berdo’a dengannya, niscaya diperkenan Tuhan.









